Bulan Februari merupakan bulannya Kabupaten Purworejo, tepatnya tanggal 27 Februari yang diperingati sebagai hari jadi. Untuk tahun ini, 2025, adalah hari jadi ke-194. Nah hari Jumat kemarin, tanggal 31 Januari 2025 bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo telah dilaksanakan peluncuran logo hari jadi dengan mengusung tema "Gatining Kekalih Tumenga Ing Pangabekten.
Seperti dikutip dari laman https://purworejokab.go.id/web/read/3668/makna-dan-filosofi-logo-hari-jadi-ke-194-kabupaten-purworejo-tahun-2025.html, Tema ini mengandung makna harapan agar di tahun 2025 kebijakan pembangunan dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo periode 2025-2030 mendapatkan berkat/ridho dari Tuhan YME sebagai sebuah bentuk jalan pengabdian baru bersama-sama (GUYUB RUKUN) untuk mewujudkan masyarakat Purworejo yang berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif.
ARTI LOGO
Bentuk
Menggambarkan bentuk pasangan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo periode 2025-2030 yang diambil dari siluet foto kampanye Yuli-Dion pada perhelatan Pilkada 2024 yang lalu.
Angka 194
Berada di bagian tengah gambar siluet yang menggunakan warna primer dalam seni rupa: kuning, biru, merah. Menyimbolkan bahwa di tahun ke-194 ini dimulai kebijakan pembangunan yang baru sebagai kebijakan utama/primer untuk 5 tahun ke depan:
Angka 1: berupa gambar Tugu Peringatan Perjuangan yang berada di sisi utara Alun-Alun Purworejo, menggambarkan kesatuan tekad untuk bersama-sama GUYUB RUKUN membangun Purworejo.
Angka 9: berupa gambaran lengan kiri yang merangkul ke bawah, menggambarkan bahwa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo sebagai pamomong yang merangkul semua kalangan dan semua kepentingan untuk mewujudkan Purworejo berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif.
Angka 4: berupa gambar lengan kanan yang mengepal, menggambarkan semangat yang selalu menyala untuk membangun Purworejo menyongsong Indonesia Emas 2045.
Gapura Alun-alun Purworejo
Gapura alun-alun Purworejo berada di bagian pinggir gambar siluet dan mengapit atau berada di kanan kiri Angka 194. Menyimbolkan bahwa pada HUT ke-194 ini masyarakat Purworejo memasuki gerbang baru Bersama Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030.
Tulisan Purworejo
Tulisan bergaya milenial yang memiliki corak warna warni melambangkan Purworejo yang beraneka ragam potensi, wilayah, seni budaya, ekonomi yang bersifat plural, kreatif, dan dinamis. Semua itu dapat tersusun dengan indah dalam rangkaian kata PURWOREJO sebagai simbol keterpaduan yang harmonis sesuai slogan GUYUB RUKUN yang digaungkan oleh Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030.
Ornamen
Ornamen Batik Kawung Manggis Gunungan Wora-Wari Bang karya Sri Bandu Rahyuni yang kemudian sering disebut dengan Batik Keprajan, merupakan motif batik yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Purworejo. Ornamen manggis sebagai salah satu ikon komoditas buah dari Kabupaten Purworejo yang memiliki filosofi komitmen dan kejujuran, dimana jumlah kelopak bunga pada buah manggis akan selalu sama dengan isi buah di dalamnya. Sedangkan ornamen durian dan geblèk menggambarkan beberapa potensi lokal khas Kabupaten Purworejo.