Bangun pagi dengan diiringi suara ayam berkokok dan udara segar pedesaan adalah rutinitas masyarakat di pedesaan, kalau masyarakat kota tentu berbeda. Itulah pengalaman unik yang ditawarkan program Live in di Desa!
Puluhan siswa dari SD Mutiara Ibu dan SMP Mutiara Bangsa mengikuti kegiatan Live in di Desa Ngandagan yang dimulai tanggal 20-23 Januari 2026. Program yang dirancang sebagai pengembangan kesadaran sosial dan pemahaman kehidupan - kebudayaan masyarakat pedesaan ini adalah pengalaman pembelajaran yang berharga bagi anak didik. Disini para siswa diajari untuk memahami budaya, tradisi, cara hidup masyarakat dan melatih kemampuan beradaptasi dalam membina hubungan kemasyarakatan yang berasal dari latar belakang yang berbeda.
Diharapkan 23 murid SD Mutiara Ibu dan 48 murid SMP Mutiara Bangsa yang ambil bagian kegiatan Live in di Desa Ngandagan menjadi pemimpin masa depan yang peka terhadap isu-isu sosial disekitarnya dan menghargai perbedaan-keberagaman.
"Ngandagan itu seperti Indonesia kecil dengan keberagamannya. Bhineka Tunggal Ika berjalan selaras dengan nafas kehidupan warga sehingga sangat benarlah jika Ngandagan sering menjadi tempat live in dari berbagai tempat, kali ini dari SD Mutiara Ibu dan SMP Mutiara Bangsa. Selamat Datang, selamat belajar tentang arti hidup" ujar Bagiono - Kepala Desa Ngandagan - dalam sambutannya